Handover fasilitas antar shift membantu staf berikutnya memahami kondisi ruangan dan pekerjaan operasional yang belum selesai. Catatan sebaiknya singkat, faktual, dan hanya memuat informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan pekerjaan.

Kelompokkan informasi
- ruangan yang belum siap;
- perangkat yang perlu dicek;
- pekerjaan fasilitas yang tertunda;
- kunci atau akses yang perlu diserahterimakan;
- tindak lanjut vendor atau internal.
Gunakan status yang jelas
Bedakan item selesai, masih berjalan, dan membutuhkan eskalasi. Jangan meninggalkan pesan seperti “tolong dicek” tanpa objek dan PIC yang jelas.
Hubungkan dengan kontrol akses
Jika handover melibatkan kunci atau area terbatas, gunakan SOP kunci dan akses ruangan. Untuk aset, gunakan register aset klinik.
Format sederhana
| Item | Status | PIC |
|---|---|---|
| Ruangan/perangkat | Normal/perlu tindak lanjut | Nama atau peran |
| Pekerjaan tertunda | Open | Nama atau peran |
FAQ
Apakah handover perlu menyimpan data pasien?
Catatan fasilitas tidak perlu memuat data yang tidak relevan. Informasi pasien tetap mengikuti sistem dan akses yang berlaku.
Berapa panjang handover?
Cukup detail untuk melanjutkan pekerjaan tanpa membuat catatan menjadi transkrip aktivitas.
Kesimpulan
Handover fasilitas yang konsisten mengurangi pekerjaan terlewat dan membuat kondisi operasional lebih mudah diteruskan antar shift.
